BERITA

28
Jun

Tausiyah Prof. Dr. H. Asasriwarni, MH, (Selasa, 29 Juni 2022)

Prof.Dr.H.Asasriwarni MH/Guru Besar UIN IB Padang

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar/Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat

???? Kita mengetahui, bahwa ucapan “Subhaanallaahi wa bihamdihi” sebanyak 100 kali dalam sehari akan menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang, Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun.

 

???? Kita mengetahui, bahwa pahala dua raka’at Dhuha setara dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang, Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha.

 

???? Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.

 

???? Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70 ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini.

 

???? Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid

walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu.

 

???? Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur. Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang pun janda dan anak yatim.

 

???? Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al-Qur’an dalam jadwal harian kita.

 

???? Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang, kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya,

padahal kita mampu melaksanakannya.

 

???? Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallaam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam.

 

???? Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.

 

???? Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggalmendahului kita. tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka.

 

???? Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah...

Semoga kita segera mengubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi.. Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia..

 

???? Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi...

Dan pada hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing2.

 

???? Saya telah mengirimkan nasihat ini kepada orang yang saya cintai karena Allah, maka kirimkanlah nasihat ini kepada orang yang Anda cintai, 

 

Read More +
10
Aug

Tausyiyah Prof. Dr. H. Asasriwarni, MH

   Pahala dari Amalan Seseorang yang Memakmurkan MasjidPerbesar

Oleh : Prof. Dr. H. Asasriwarni, MH (Guru Besar Universita Islam Negeri Imam Bonjol Padang / Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar dan Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat)

Masjid merupakan tempat beribadah bagi umat Islam. maka dari itu sudah sepantasnya lah, kaum muslim untuk memiliki amalan memakmurkan keberadaan masjid. Hal tersebut guna mendapat pahala dari Allah SWT yang sangat besar.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa dengan memakmurkan Masjid, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di Surga.

Sebagai mana hadits Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu’anhu beliau berkata: Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

???? ????? ????????? ??????? ???????? – ????? ????????: ???????? ??????? ?????: ?????????? ???? ?????? ??????? – ????? ??????? ???? ???????

“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga”.

Hadits tersebut mengungkapkan betapa besarnya keutamaan dan ganjaran pahala bagi mereka yang membangun masjid di dunia dengan niat ikhlas. Namun, dalam membangun masjid harus diiringi dengan niat untuk mengharapkan keridhoan dari Allah SWT, bukan untuk dipuji oleh orang lain.

Sebagaimana dari firman Allah Ta’ala yaitu tentang keutamaan besar bagi orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah, berikut firman-Nya dalam Qur’an surah At Taubah 18:

???????? ???????? ???????? ??????? ???? ?????? ????????? ??????????? ????????? ????????? ?????????? ??????? ?????????? ?????? ?????? ?????? ??????? ????????? ??????????? ???? ???????????? ???? ???????????????

Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Imam Ibnul Jauzi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan memakmurkan masjid (dalam ayat ini) terdapat dua pendapat, yaitu sebagai berikut :

– Pendapat pertama, yaitu seseorang yang selalu mendatangi masjid dan berdiam diri di dalamnya untuk senantiasa beribadah kepada Allah Ta’ala.

Sedangkan pendapat yang kedua, yaitu seseorang yang membangun masjid dan senantiasa memperbaiki dan menjaga kondisi fisiknya. Yaitu mengurus Masjid, berarti mengurus rumah Allah SWT.

Dengan dasar itu barangkali Raja Arab Saudi yang bernama Raja Fahd Ayahanda Raja Sulaiman, kalau di panggil Ya Malik (Raja) beliau biasa saja merespon tetapi kalau di panggil Ya Khadamul Haramain (yang mengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) respon beliau sangat bergembira dan sangat senang hati menerima panggilan tersebut.

Ahli masjid atau ahlu masjid, sebuah istilah yang mungkin belum terlalu familiar di telinga orang Indonesia. Ya, kata ini merupakan kata serapan. Masjid di dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat agung dan mulia. Dia adalah tempat terbaik di muka bumi. Ia adalah bagian bumi ini yang paling Allah Ta’ala cintai. Ini karena masjid adalah rumah ketaatan dan dasar pendiriannya adalah ketakwaan.

Di dalamnya banyak disebut nama Allah yang mulia. Berbagai amalan mulia dan bermanfaat banyak dikaji di dalamnya. Sedangkan hal-hal yang kotor, dosa dan hina sangat dijauhkan darinya.

Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kaum Muslimin yang berhati sehat, berfitrah suci dan beriman kuat akan senantiasa mencintainya dan mengagungkannya. Di antara bentuk kecintaan seorang Muslim kepada masjid adalah dengan senantiasa melazimi shalat berjamaah di dalamnya.

Berikut ini adalah sejumlah hadits dan atsar yang menerangkan tentang keutamaan menjadi ahli masjid. Menjadi ahli masjid dalam arti melazimi shalat berjamaah di masjid. Mampu melakukan ibadah yang mulia tersebut dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan adab di masjid hingga akhir hayat merupakan rahmat Allah yang sangat besar, keutamaan yang agung dan barokah luas.

Allah Ta’ala berfirman:

???????? ???????? ???????? ??????? ???? ?????? ????????? ??????????? ????????? ????????? ?????????? ??????? ?????????? ?????? ?????? ?????? ??????? ????????? ??????????? ???? ???????????? ???? ???????????????

Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Imam al-Qurthubi berkata: “Firman Allah Ta’ala ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa mempersaksikan orang-orang yang memakmurkan masjid dengan keimanan adalah (persaksian yang) benar, karena Allah Ta’ala mengaitkan keimanan dengan perbuatan (terpuji) ini dan mengabarkan tentangganya dengan menetapi perbuatan ini.

Salah seorang ulama Salaf berkata: Jika engkau melihat seorang hamba (yang selalu) memakmurkan masjid maka berbaiksangkalah kepadanya” [Tafsir al-Qurthubi: (8/83).

Melazimi shalat di masjid dan menjadi ahli masjid, serta meninggal dalam keadaan tersebut, maka akan mendapatkan husnul khatimah. Sebab, dirinya senantiasa berada dalam sunnah rasul.

Imam Muslim (654) dalam shahihnya meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

???? ??????? ???? ??????? ??????? ????? ????????? ????????????? ????? ????????? ???????????? ?????? ???????? ??????? ? ??????? ??????? ?????? ????????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ???????? ? ???????????? ???? ?????? ???????? ? ?????? ????????? ??????????? ??? ??????????? ????? ???????? ????? ?????????????? ??? ???????? ???????????? ??????? ??????????? ? ?????? ?????????? ??????? ??????????? ????????????

“Barangsiapa yang ingin bertemu Allah kelak sebagai seorang Muslim, maka hendaklah ia memelihara shalat-shalat yang diserukan itu, karena sesungguhnya Allah telah menetapkan untuk Nabi kalian Shallallahu ‘alaihi wa sallam sunah-sunah petunjuk, dan sesungguhnya shalat-shalat tersebut termasuk sunah-sunah petunjuk.

Jika kalian shalat di rumah kalian seperti shalatnya penyimpang ini di rumahnya, berarti kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, niscaya kalian tersesat.”[1]

Dalam hadist yang shahih disebutkan:

??? ??? ?????? ??? ???? ??? ?? ??????? ??? ???? ???? ???? ???: ((???????? ??????????? ???? ?? ??????? ???? ?? ????? ???? ???????: ?????? ??????? ?????? ?????? ?? ?????? ???? ?????? ??????? ??????? ????????? ????????? ????????? ????????? ?? ????: ?????????? ???? ??????????? ????? ????? ??????? ?????? ???? ???????? ????????? ????: ???? ????? ????? ????? ?????? ?????????? ??????????? ????? ?? ???????? ???????? ?? ???????? ????????? ????? ?????? ???? ??????? ????????? ?????????))? ?????? ????.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

Imam An Nawawi menjelaskan maksud dari “lelaki yang hatinya tergantung ke masjid”:

??? ?????? ?? ????: ????? ???? ???? ???? ????????? ??????? ????? ???? ????? ???? ?????? ?? ??????

“Maknanya adalah sangat kuat kecintaannya kepada masjid dan senantiasa melakukan shalat berjamaah di masjid. Maksudnya bukanlah orang yang terus menerus duduk di dalam masjid.” [Syarh An Nawawi ‘ala Shahih Muslim: 7/126]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

???? ????????? ??? ???????? ????? ????? ????? ?????? ???? ??????? ??????? ?????????? ????????? ???? ????????? ??????? ??????? ??????????? ???????????? ??????? ????????? ??????????? ???????? ????????

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim, no. 666).

Dalam hadits lain disebutkan, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

???? ??????????? ????? ??? ??????? ??????? ???? ??????????? ?????????? ???? ???????????? ? ??????? : ????? ??? ??????? ??????? , ????? : ????????? ?????????? ????? ???????????? , ?????????? ???????? ????? ???????????? , ???????????? ????????? ?????? ????????? , ?????????? ?????????? , ?????????? ?????????? ) ???? ????

Apakah kalian mau aku tunjukkan dengan apa yang allah hapuskan dosa baginya dan Allah tinggikan derajatnya?” Para sahabat menjawab,” Tentu wahai Rasullullah.” Kemudian beliau bersabda,” Menyempurnakan wudhu di saat saat yang dibenci, memperbanyak langkah ke masjid, dan menunggu shalat sampai shalat berikutnya. Itulah ar-ribath, maka itulah ar-ribath.” (HR. Muslim, 251].

Semakin jauh rumah seseorang dari masjid maka pahalanya akan semakin besar. Ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa radhiyallahu anhu berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

????? ???????? ???????? ??????? ??? ????????? ???????????? ????????? ??????? ?????????????? ???? ????)

Sesungguhnya pahala orang yang terbesar dalam hal shalat adalah mereka yang paling jauh jarak jalan kakinya kemudian yang berikutnya.” (HR. Muslim, 662)

Karena semangat hadits inilah, ada seorang shahabat nabi yang memilih rumah jauh dari masjid. Meski rumahnya jauh dari masjid, tetapi tidak pernah tertinggal untuk shalat berjama’ah di masjid karena hatinya terpaut dengan masjid.

Ini sebagaimana dalam hadits dari Buraidah al Aslami radhiyallahu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, dia bersabda:

??????? ?????????????? ??? ????????? ????? ???????????? ?????????? ????????? ?????? ???????????? )???? ??? ???? ????? ???????? ?? ???? ??? ???? . (

Dari Buraidah al-aslamy radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda : “Berilah kabar gembira kepada para pejalan kaki ke masjid di gelap gulitanya malam dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Abu Daud, hadits 561].

Menurut Syaikh Al Allamah Muhammad bin Abdullah As Subail rahimahullah yang dimaksud dengan gelap gulitanya malam adalah sholat isya’ dan shalat shubuh.[2]Allah menerangkan cahaya orang mukmin pada hari kiamat dengan firman-Nya:

?????? ????? ?????????????? ???????????????? ??????? ????????? ?????? ??????????? ????????????????? ??????????? ????????? ???????? ??????? ???? ????????? ???????????? ?????????? ?????? ?????? ???? ????????? ?????????? ) [??????:12]

Artinya:

“(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”. [Al Hadid: 12]

Ini sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang dikeluarkan oleh Al Humaidi di dalam musnadnya (1090), Al Fakihy di dalam Akhbarul Makkah (926) dan Abu Nuaim dalam Hilyatul Auliya’ (9/251) dan dishahihkan oleh Al Albany dalam Shahihul Jami’ hal. 3051.

????????? ??? ??????? ???? ? ????? ??????? ? ?????? ?????? ???? ???????? ????? ???????? ???? ????????? ???? ? ????? ??????? ? ???????? ?????? ???????? ??? ??????? ???? ???????? ?????? ???????

Ada 3 orang yang berada dalam jaminan Allah Azza Wa Jalla: seorang yang keluar dari rumahnya menuju salah satu masjid Allah Azza Wa Jalla, seorang yang keluar berperang di jalan Allah, dan seorang yang keluar untuk berhaji.”

Di dalam Al Mausuah Al Haditsiyah disebutkan penjelasan hadits tersebut demikian:

“Siapa yang dijamin dengan penjagaan-Nya dan perlindungan-Nya maka dialah orang beruntung yang sesungguhnya. Berbahagialah orang yang Allah bersamanya.

Di dalam hadits ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan sebagian jenis orang yang Allah jamin dengan penjagaan dan perlindungan-Nya. Dia bersabda,”Ada 3 orang yang berada dalam jaminan Allah ‘Azza wa Jalla.” Maksudnya, ada 3 jenis manusia yang berada dalam penjagaan dan perlindungan Allah.

Ketiga jenis manusia tersebut yang pertama adalah: “Seorang yang keluar dari rumahnya menuju salah satu masjid Allah Azza Wa Jalla.” Keluarnya itu untuk shalat, atau I’tikaf atau untuk mengunjungi masjid. (*)

Read More +
27
Sep

UMBC Fakultas Syar'iah Akan Lahirkan Mediator Profesional

“IBMC Segera Lahirkan Mediator Profesional”

Padang—Imam Bonjol Mediation Centre (IBMC) Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang berkerjasama dengan Fatahillah Mediation Centre (FMC) UIN Syarif Hidayatullkah Jakarta, menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Mediator Bersertifikat dari Mahkamah Agung RI, di Hotel Hayam Wuruk Padang, antara tanggal 20 s.d 23/9).

Ketua umum IBMC yang juga ketua panitia Pelaksana Dr. Yusnita Eva, S.Ag, M.Hum menyebutkan bahwa dasar terselenggaranya Diklat Mediator adalah berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. “Kita bersyukur karena mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah diklat kali ini. Sedikitnya, 16 orang dari Sumbar, Riau dan Sumut. Sedangkan naras umber yang terlibat dalam diklat ini sebanyak sembilan orang, terdiri dari Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) RI, yakni Dr. H. Yasardin, SH, M.Hum.

Yasardin dalam materinya menjelaskan bahwa diperlukan standar kompetensi bagi seorang mediator di Pengadilan dengan menerapkan aturan dasar dalam proses mediasi. Menjelaskan dasar hukum mediasi di pengadilan dan praktik penerapan dalam proses mediasi. Mediator juga  harus punya kemampuan menjelaskan tata kelola mediasi dan administrasi mediasi. Dan yang tidak kalah pentingnya lagi, perlu diterapkan  aturan-aturan dasar selama proses mediasi seperti menunjukkan ketidakberpihakan dan sifat sukarela dalam memediasi sebuah perkara di luar pengadilan.

Ditambahkannya, arah pengaturan (legal policy), berpedoman kepada dua hal pokok, pertama menjadikan mediasi sebagai pilihan penyelesaian sengketa yang terjadi dan dialami oleh pasangan suami istri dalam berbagai hal, seperti kasus ancama perceraian dan sengketa ekonomi dan warisan. Kedua, mendorong secara efektifitas pelaksanaan mediasi di pengadilan dengan regulasi yang ada diperadilan umum, agama,’’katanya.

Sebelumnya Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Ikhwan, SH, M.Ag, yang juga peserta dalam diklat Mediator Bersertifikat, mengatakan bahwa pada prinsipnya kita akan melahirkan mediasi baru dan professional di bidangnya masing-masing. Hal ini juga sejalan dengan Perma No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

“Kerjasama antara Fatahillah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan IMBC Fakultas Syari’ah Padang, dan sudah  terjalin ini diharapkan punya kontribusi positif bagi penanganan masalah penyelesian sengketa dengan mewujudkan perdamain bagi pasangan suami istri yang terancam bubar perkawinannya. Kita juga menyadari sepenuhnya kalau tumpukan perkara di beberapa pengadilan Agama khususnya, kiranya mampu diminimalisir oleh pihak mediator yang ada di Fakultas Syariah khususnya. Apalagi kita sudah punya empat orang mediator di UIN IB Padang saat ini, seperti Dr. Yusnita Eva, S.Ag, M.Hum, Dr. Azhariah Khalida, M.Ag, Dra. Nailul Rahmi, M.Ag serta Dr. Ridha Mulyani, SH, M.H. Maka ke depan akan lahir lagi mediator baru setelah diklat ini di gelar. Insya Allah terwujud,”sebut Ikhwan optimis.

Rektor UIN IB Padang diwakili Warek Bidang Akademik & Kelembagaan Dr. Yasrul Huda, M.A, dihadapan para peserta diklat dan narasumber dari Fatahillah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyebutkan, bahwa kegiatan ini disambut baik dan layak diberikan apresiasi. “Dukungan positif ini layak saya sampaikan kepada Fakultas Syari’ah. Kegiatan ini memang dilaksanakan oleh Fakultas Syari’ah tapi Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah bagi Rektor,’’katanya.

Narasumber lainnya seperti Fitriyani Zein membahas tentang mediasi dan membuka mediasi. Mediator saat melakukan mediasi harus cekatan dan memberikan kepercayaan penuh kepada orang yang akan dimediasi dan apakah para pihak merasa aman dan nyaman serta apa strategi mediator untuk menyeimbangkan kekuasaan dan merespon para pihak. Tekhnik yang digunakan adalah berupa keterampilan pengorganisasian  perundingan, keterampilan perundingan, mempunyai keterampilan dalam memfasilitasi serta keterampilan dalam berkomunikasi,’’jelasnya.

Sedangkan Afwan Faizin, menjelaskan tentang mediator yang praktis serta strategis untuk mengatasi konflik dengan para pihak. Hal senada juga diperkuat dengan bagaimana strategis Menyusun kesepakatan dengan beranjak dari beberapa kasus yang di lakukan oleh Dr. Azhariah Khalida di Pengadilan Agama Padang Kelas IA. Serta beberapa kasus yang mampu di mediasi oleh Dr. Ridha Mulyani yang terkait dengan kode etik seorang mediator dalam menjalankan tugas dan fungsinya di Pengadilan Agama dan di luar pengadilan.

Ali Mansur, M.A, CM, dan Dr. Alfitra yang juga narasumber dalam diklat kali ini lebih banyak penekanannya kepada bagaimana seorang mediator melakukan analisis konflik dari para pihak yang bersengketa untuk menjadi penengah dan memfasilitasi demi perdamaian. Ali Mansur lebih banyak menyajikan materi dengan informasi bahwa seorang mediator itu harus bersertifikat. Karena ini menjadi sebuah dasar kita untuk menimbulkan kepercayaan dan standar bagi kita dalam memediasi orang dengan sejumlah perkara,’’katanya.

Nailul Rahmi, CM sebagai mediator yang sudah bersertifikat dari Mahkamah Agung menjelaskan beberapa tekhnik tentang bagaimana cara menyeimbangkan kekuatan dalam mencari keseimbangan dalam menyelesaikan sengketa. Misalnya ada pihak yang lebih tinggi disbanding dengan seorang masyarakat bawah. Ini perlu dipelajari pemahaman tentang mencari keseimbangan,’’jelasnya.

Sedangkan Yusnita Eva, CM, menyebutkan bagaimana mengidentifikasi masalah dan Menyusun agenda  dalam melakukan mediasi dari para pihak yang terlibat sengketa. “Pengalaman saya, di Pengadilan Agama Padang, banyak yang bisa didamaikan dan ini semua memberikan kepuasan bathin. Sementara juga ada yang tidak bisa di selesaikan karena kasusnya sudah sangat rumit. Akhirnya kasus ini di serahkan kepada Pengadilan Agama sebagai pihak yang mampu menyelesaikannya,’’terang Yusnita Eva. (afrinal)

Tek foto:

 

FOTO BERSAMA- Para peserta diklat mediator bersertifikat di sela-sela pelatihan foto bersama dengan Warek I Dr. Yasrul Huda, Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Ikhwan, serta para narasumber dari FMC UIN Jakarta, di Hotel Hayam Wuruk. -afrinal

 

   

Read More +
29
Sep

Mahasiswa Fakultas Syari'ah Segera Praktek Peradilan

Sekitar 288 Orang Mahasiswa Fak. Syari’ah Ikuti Praktek Peradilan

PADANG—Sedikitnya 288 orang mahasiswa di lingkungan Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang, terhitung tanggal 3 Oktober 2022 hingga tanggal 28 Oktober 2022, akan mengikuti praktek peradilan di Pengadilan Agama di 15 Kab/Kota se-Sumbar. Kegitan ini salah satu bentuk proses pembelajaran dalam rangka mendukung tridharma perguruan tinggi, meliputi pendidikan pengajaran, penelitian dan pengadian kepada masyarakat.  

Data tekhnisnya, semula mahasiswa yang terdaftar sebanyak 300 orang. Namun dua orang diantaranya menyatakan mundur dengan alasan yang subtantif. Ya. Kita menerima saja keputusan dari para mahasiswa tersebut. Tapi untuk priode mendatang 2023 akan kembali diperkenankan untuk mengikutinya.

Kepala Labor Fakultas Syari’ah Dr. Taufik Hidayat, MA, MH didampingi Sekretaris panitia Fauzi Yati, SEI, ME.Sey, membenarkan hal itu di Padang, Kamis, (29/9) di ruang kerjanya.

Para mahasiswa dalam mengikuti praktek peradilan di Pengadilan Agama di Sumbar tahun ini akan bantu oleh dosen pembimbing lapangan sebanyak 15 orang pula. Para DPL tersebut menurut hemat kami di nilai cakap dan sudah berpengalaman dalam melakukan bimbingan di lapangan. Termasuk juga para DPL tersebut telah pernah menjadi DPL untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dekan Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang Dr. H. Ikhwan, SH, M.Ag, menurut rencana, Jumat, (30/9) di Masjid kampus akan melepas secara resmi untuk melaksanakan praktek peradilan. Kepada DPL yang menerima amanah kepada mahasiswa yang mengikuti secara serius semua aturan yang berlaku di Pengadilan Agama masing-masing.

“Khusus kepada mahasiswa saya ingatkan, selama mengikuti praktek harus mengikuti aturan yang berlaku di lembaga peradilan tersebut.  Budaya dan aturan yang ada di setiap PA harus diikuti. Kondisi ini adalah betul-betul dipedomani secara baik dan benar. Jangan pernah mengabaikan setiap kegiatan yang di arahkan oleh Pembimbing Mitra kita. Sebab kalau diabaikan maka mahasiswa tidak akan mendapatkan nilai apa-apa dari praktek tersebut. Intinya semua mahasiswa harus serius.

Sebagai mahasiswa dengan kewajibannya untuk melakukan praktek peradilan, sebelumnya telah pernah dilatih dan diperkenalkan proses sidang beracara yang dikenal dengan peradilan semu dengan instrukur yang ahli dibidangnya tepatnya di Fakultas Syari’ah selama beberapa hari. Ilmu yang didapatkan itu adalah modal bagi para mahasiswa saat berada di pengadilan agama yang sebenarnya,’’tambah Ikhwan.

Selama mengikuti praktek peradilan, tambah Dekan Ikhwan didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik & Kelembagaan Dr. Abrar, M.Ag, juga berharap kiranya pihak Pengadilan Agama sebagai pembimbing mitra bagi mahasiswa untuk dapat mendidik mahasiswa kami secara tulus ikhlas. Silahkan Bapak dan Ibu Hakim serta panitera dan tenaga administrasi selama berada di wilayah kerja memberikan pembinaan sehingga mereka punya bekal ilmu. Kelak setelah tamat kuliah dan menyandang gelar sarjana bisa menerapkan ilmu tersebut. Karena merekalah nanti sebagai generasi penerus untuk menegakkan hukum demi mewujudkan keadilan,’’sebutnya. (afrinal)

Foto

PRAKTEK PERADILAN-Para mahasiswa serius mengikuti praktek peradilan semu di Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang, beberapa hari lalu. (Afrinal)

 

 

 

 

Read More +
30
Sep

Tausiyah Prof. Dr. Asasriwarni, MH, (Jumat, 30/9/2022)

Apasih Pentingnya Allah Mengutus Rasul Kepada Manusia?

Perbesar

Prof. Dr. H. Asasriwarni MH
Guru Besar UIN IB
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar
Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat
‘Awan PBNU

Dalam teori Penciptaan Alam semesta dalam surat as – Sajadah ayat 4 :

???? ????? ??? ??????? ?????? ??????????? ??? ????

Artinya: Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di diantara keduanya dalam 6 masa.

Ada beberapa poin penting dalam enam masa yang Allah sebutkan dalam ayat diatas, yaitu;

Jarak binatang dengan manusia diciptakan terjadi perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan 3000 tahun dan ada 3500 tahun ada pula 4000 tahun.

Penciptaan Manusia

Charles Darwin mengatakan dia menemukan kerangka kera sama dengan kerangka manusia, maka dia berpendapat manusia berasal dari kera. Tetapi itu tidaklah benar sama sekali karena Allah SWT sudah berfirman dalam surat Alhijir ayat 26 :

?????????????? ?? ????? ?? ?????????

Artinya: Sesungguhnya kami ciptakan manusia pertama dari tanah yang bercampur lumpur.

Kenapa Allah menciptakan manusia yang terakhir? karena Allah SWT menyiapkan seluruh kebutuhan fisik terlebih dahulu.

Sebagai contoh; kita orang Indonesia atau Asia makanan pokok kita nasi. Maka Allah ciptakan padi. Untuk orang Timur Tengah gandum, orang Eropa atau Barat ada keju.

Bukan saja makanan pokok tetapi juga ekstra puding, tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang tidak terhitung jumlahnya diperuntukkan kepada manusia.

Lembaran Suhuf dan Kitab

Disamping itu juga Allah SWT memberikan pedoman hidup untuk kebahagiaan manusia didunia dan akhirat.

Kepada Nabi Adam as diberikan Suhuf
Kepada Nabi Idris as Suhuf
Kepada Nabi Ibrahim Suhuf
Kepada Musa Suhuf .

Kitab Suci

Setelah lembaran-lembaran Suhuf, kemudian Allah SWT menurunkan kitab suci

Kepada Nabi Musa as Taurat diturunkan Taurat abad ke 12 SM. Jarak Nabi Ibrahim AS dengan Musa AS ada yang berpendapat 1000 tahun.

Setelah itu diturunkan Zabur kepada Nabi Daud AS tahun ke 10 SM. Jarak Nabi Musa AS dengan Nabi Daud AS ada yang berpendapat 1250 Tahun.

Setelah itu diturunkan Injil diturunkan kepada Nabi Isa as abad pertama Masehi jarak Nabi Isa AS dengan Nabi Daud AS 750 Tahun.

Kitab suci terakhir Al – Qura’nul Karim diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW tahun 571 M. Berarti jarak Nabi Isa as dengan Nabi Muhammad SAW 571 Tahun.

Dalam riwayat disebutkan ketika Isa as berumur 33 Tahun, Nabi Isa as naik ke langit (menurut tetangga kita nasrani ia dibunuh dan disalib. Tetapi sudah terbantah dengan Firman Allah SWT Surat an- Nisa’ ayat 157:

???????????????????? ???????

Artinya: Isa as itu tdk dibunuh dan juga tdk di salib tetapi orang lain yang diserupakan dengan Isa AS

Ahli Tafsir menyebutkan Yahuza karena dia berkhianat kepada Isa AS melaporkan kepada orang kafir.
Tadi sudah disebutkan bahwa jarak Nabi Isa dengan Nabi Muhammad SAW 571 tahun dikurangi 33 tahun menjadi 538 tahun.

Jadi selama 538 tahun tidak ada Rasul, Isa AS sudah naik ke langit Nabi Muhammad SAW belum lahir. Ini yang dikenal zaman Inhiraf atau penyelewengan dari kitab-kitab suci sebelumnya yang lebih populer dengan sebutan zaman Jahiliah .

Zaman Jahiliah itu ditandai minum tuak atau khamar. Sekarang ada keponakannya berganti nama dengan narkoba. Judi sekarang ada cucunya togel kupon putih.

Mencuri, perampokan, maling sekarang ada cicitnya yaitu korupsi, gratifikasi. Begitu juga dengan perkelahian sekarang namanya tawuran. Dan perzinaan berganti nama dengan perselingkuhan. Dulu Jahiliyah klasik sekarang Jahiliyah modern .

Maka diutuslah Nabi Muhammad SAW untuk membasmi itu semua. Maka urgensi Rasul diutus untuk mengEsakan Allah SWT dan ??????????? memberi khabar gembira dan pertakut yang lebih populer dengan sebutan ????”????????.

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H/ 2022 M.

 

Read More +
28
Oct

PKS Fak. Syari'ah UIN IB Padang Jalin Kerjasama Dengan Fakultas Hukum UPN "Veteran" Jakarta

Fakultas Syari’ah UIN IB Padang Jalin PKS Dengan UPN “Veteran” Jakarta

PADANG—Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang melakukan perjanjian kerjasama dengan Fakultas hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta. Perjanjian kerjasama ini meliputi atau dengan ruang lingkup tridharma perguruan tinggi seperti pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dua pihak yang terlibat secara langsung dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) ini adalah Dekan Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang Dr. Ikhwan, SH, M.Ag, CM dengan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPN) Jakarta, Dr. H. Abdul Halim, M.Ag. CM. PKS ini secara resmi tertuang dalam adanya penanadatangan nota kesepahaman, Kamis, (27/10) di ruang kerja Dekan, Jl. Prof. M Yunus Kampus II UIN Imam Bonjol Padang, Lubuk Lintah. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Ridha Mulyani, SH, MH.

Disela-sela PKS tersebut Dekan Fakultas Syari’ah Ikhwan menyebutkan bahwa kita menyambut baik rintisan kerjasama antara Fakultas Syari’ah dengan Fakultas UPN “Veteran” Jakarta kali ini. Tujuan dan maksud dilaksanakan kegiatan adalah sebagai wujud program Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangka menyukseskan dan melaksanakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

“Kita sesungguh berkolaborasi antara dua fakultas ternama di Sumbar dan di Pulau Jawa ini. Kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak positif diantara dua perguruan tinggi dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. Inisiatif ini muncul dari pembicaraan internal antara kami secara online. Setelah melakukan pembicaraan itu akhirnya kita bersepakat untuk melanjutkan dan menuangkannya dalam nota atau perjanjian kerjasama tertulis,’’sebutnya.

Tujuan dari Perjanjian Kerja Sama ini adalah sebagai landasan bagi para  untuk melaksanakan program kerja di bidang Pendidikan, Penelitian, pengabdian masyarakat, Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kedepan atau tepatnya tahun akademik 2022 dan 2023, proses MBKM ini akan direalisasikan secara berkelanjutan. Mahasiswa kita akan mengikuti proses perkuliahan dengan mata kuliah yang di sesuaikan berdasarkan kesepakatan. Termasuk juga tenaga pendidik (dosen) kita juga akan memberikan perkuliahan disesuaikan dengan disiplin keilmuannya.

 

Perjanjian kerjasama yang termaktub dalam beberapa pasal salah satunya pasal 4 (empat) dikatakan bahwa teringkat dalam jangka waktu selama 5 (lima) tahun dan dapat diubah, diperpanjang, atau diakhiri sebelum masa berakhir masa berlakunya berdasarkan kesepakatan para pihak berdasarkan kesepakatan.

Berbicara konsekwensi segala biaya yang di timbulkan setelah terjalinnya kerjasama ini maka akan disepakati oleh dua pihak yang terlibat dalam kerjasama ini setelah lima tahun berlaku. Ini semua tertuang dalam pasal 5 (lima)

 

Hal-hal yang berkaitan dengan prinsip krusial sekiranya ada muncul persoalan dalam PKS ini maka para pihak bersepakat untuk meninjau kembali dan menyelesaiakan dengan cara kekeluargaan demi mencapai kata mufakat dengan asas kebersamaan dan demi kebaikan dua lembaga perguruan tinggi ini,’’kata Dekan.

 

Dekan Fakultas Hukum UPN “Veteran” Dr. Abdul Halim, M.Ag, disela-sela kerjasama ini juga menjelaskan, kami sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang hukum sengaja melirik dan terlibat dalam kerjasama ini sebagai bentuk kepedulian terhadap alumni. Dan juga Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang sejak dulu hingga saat ini di segenapa seantero nusantara sudah sangat di kenal. Maka berdasarkan konsep itulah maka pilihan kami menjatuhkan salah satunya ke Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang.

 

“Kita akan jaga marwah dan nama besar ini. Dan pada suatu saatnya nanti PKS ini diharapkan bisa membawa hasil besar dan menggembirakan bagi dua lembaga yang salah satunya bergerak di bidang syari’ah dan satu lagi di bidang hukum. Apalagi Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang dalam waktu dekan akan menambah dua program studi (Prodi), yakni Ilmu Hukum dan Hukum Pidana Islam (HPI). Kalau proses ini terwujud maka Fakultas Syari’ah ini akan menjadi sebutan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Imam Bonjol Padang. Langkah ke arah sana saya yakini bisa terwujud dalam waktu dekat sejalan dengan itikad baik kita semua. Insya Allah. Amiin,’’kata Abdul Halim berharap. (nal)

 

 

 

 

 

 

Read More +
18
Nov

Pengumuman Praktek Peradilan Agama

Praktek Peradilan Agama Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023

Read More +
28
Nov

Ceramah PaK Prof. Dr. Asasriwarni, MH

Betapa Dahsyatnya Dampak Penguasaan Ilmu Terhadapi Keselamatan Umat Manusia, Baik Dalam Kehidupannya di Dunia Ini Maupun di Akhirat Kelak

Prof. Dr. Asasriwarni MH Guru Besar UIN IB/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar dan Anggota Wantim MUI Pusat

Dalam Islam, ilmu merupakan kunci keselamatan hidup umat manusia, baik dalam kehidupannya di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, Islam mewajiban kepada umatnya untuk selalu menuntut ilmu. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya berikut ini:

?????? ????????? ?????????? ????? ????? ????????

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim

(HR. Ibnu Majah No. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir No. 3913)

Hadits tersebut menunjukkan betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia, sampai-sampai Allah SWT dan Rasul-Nya mewajibkan kepada semua umatnya untuk senantiasa belajar dan menuntut ilmu, bahkan menjajikan berbagai kemuliaan bagi umat yang menunaikan perintah-Nya, yakni:

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat berikut ini:

??????????? ?????????? ?????????? ????? ?????? ?????? ???????????? ??? ??????????? ???????????? ???????? ??????? ??????? ??????? ?????? ?????????? ???????????? ???????? ??????? ?????????? ????????? ????????? ???????????? ???????? ????????? ????????? ????????? ????? ???????????? ????????

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan

(QS. Al-Mujadilah Ayat : 11)

Sekanjutnya Allah SWT juga berfirman sbb :

?????????? ???? ?????? ???????? ???? ???????? ??? ?????? ????? ???????? ???????????

Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala

(QS. Al-Mulk Ayat : 10)

Ayat tersebut menunjukan betapa pentingnya menuntut ilmu, sampai-sampai  Allah SWT memberikan ancaman kepada umatnya dengan  siksa yang amat pedih berupa siksa neraka.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an berikut ini:

?????? ???????? ?????????????? ?????????????? ?????????? ??????????? ????????? ???????? ??????? ??????? ???? ????????? ?????????????? ????? ??????? ???????? ????????

Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun

(QS. Al-Fatir Ayat 28)

Ayat ini menjelaskan tentang, dengan ilmu, seseorang akan lebih memahami bagaimana kehidupan ini diciptakan dan mendalami pengetahuan tentang kuasa Allah SWT sebagai Sang Maha Pencipta. Orang berilmu akan takut melakukan hal-hal yang mengandung dosa karena ia memiliki pengetahuan akan kekuasaan dan juga kebesaran Allah SWT.

Sebagaimana Allah SWT berfirman betikut ini:

???????? ??????????? ???? ????????? ? ?????? ??????? ??????????? ?????? ???????? ??????? ????????? ? ????? ?????????? ??????? ??????? ????????????

Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat

(QS. Al-Baqarah Ayat :269)

Dalam sebuah hadist yang membahas tentang keutamaan ilmu pengetahuan dalam Islam, Rasulullah SAW bersabda sbb:

?????? ?????? ???????? ?????????? ????? ??????? ??????? ??????? ???? ???? ???????? ????? ??????????

Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga

(HR. Muslim No. 2699)

Ilmu akan kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya walaupun ia telah meninggal dunia. Sebagaimana di sebutkan dalam sebuah hadist tentang keutamaan ilmu dalam Islam, yakni: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata kepada Rasullullah SAW berikut ini:

????? ????? ???????????? ????????? ???????? ?????? ???? ????????? ???? ???????? ????????? ???????? ?????????? ???? ???????? ??????? ??????? ????

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh

(HR. Muslim No. 1631)

Semoga anjuran Allah SWT ini akan memotivasi kita untuk selalu belajar dan belajar agar supaya ketaqlidan kita semakin berkurang, sehingga semakin baik ibadah kita, aamiin YRA. ***

 

Read More +
09
Dec

Opini

Opini:

Nabi SAW bersabda:

“Duduklah kamu dengan orang dewasa, dan bertanyalah kamu kepada para Ulama dan berkumpulah kamu dengan para ahli hikmah.

Sesungguhnya Ulama itu ada tiga macam,

(Nashaaihul ‘Ibad  Sh:4)

Semoga kita selalu mendapat pertolongan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.  Aamiin.

 Penulis adalah Guru Besar UIN IB/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar/Anggota Wantim MUI Pusat/A’wan PB NU

Read More +
09
Dec

PKs- Syari'ah Dengan HPI

Padang—Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang menjalin kerjasama dengan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Dengan Himpunan Penerjemah Indonesia. Kerjasama ini ditandatangani antara Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Ikhwan, SH, M.Ag dengan Ketua Umum HPI Indra Listyo di aula gedung lantai I, Jumat, (9/12) disaksikan para Wadek se-lingkup Fakultas seperti Wadek I, Dr. Abrar, M.Ag, Wadek II Dr. Azhariah Khalida, M.Ag dan Wadek III Dr. Ridha Mulyani, SH, MH.

Kerjasama ini terkait tentang Program Pendidikan Dan Pelatihan Serta Pengabdian Kepada Masyarakat. Ditegaskan Indra Listyo, ketua umum, HPI  bukan penyedia lapangan atau sebagai dunia wadah kerja. Tapi adalah lembaga profesi yang di dalamnya hadir sejumlah penterjemah dari berbagai Bahasa.  Lembaga kita ini adalah   sebagai platporm terbuka untuk koneksi dan banyak hubungan sesama penerjemah. Dan dia pemberi calon-calon mitra untuk pencari dunia kerja.

“Saya dan kawan-kawan HPI bisa hadir di Fakultas Syari’ah dilatarbelakangi oleh wadah HPI yang sudah banyak berdiri di seluruh Indonesia. Dan Insya Allah segera pula HPI di Sumbar dan bermitra dengan Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang. Keterhubungan yang selama ini telah dikerjakan oleh Masni Fansuri Dt. Rajo Mangkuto Nan Putih yang juga penerjemah/juru Bahasa dan Pendiri dan Direktur SvarmaLingua Consulting.

Tentunya antara Fakultas Syari’ah dengan HPI merasa penting untuk terikat dalam kerjasama secara formal ini. Karena, masalah kebahasaan menjadi penting bagi dunia perguruan tinggi di Sumbar. Kami melihat Sumbar dengan sektor-sektor pendukung seperti adanya Ponpes. Selanjutnya setelah para santri ini tamat dari Ponpes, maka akan dilanjutkan pendidikan salah satunya ke Fakultas Syari’ah. Maka, ketika mahasiswa ini di didik di sini, tentunya ada kajian yang bukan berasal dari Bahasa Indonesia, seperti Arab dan Inggris, nah di sinilah point pentingya HPI. Atau mahasiswa ketika melakukan penelitian dan melakukan kajian tentang karya ilmiahnya bersumber dari Bahasa Asing. Tenaga pendidik kita akan bisa membantu anak didik kita itu.

Hal lainnya yang kita rasakan di lingkungan HPI adalah ketika melakukan beberapa kajian ilmiah dan perlunya wadah HPI membantu para pengusaha untuk menterjemahkan Bahasa yang selama ini sulit dikenali. Dengan adanya kita, maka setiap persoalan ini bisa dijawab secara bersama-sama.  Dunia akademisi seperti dosen yang punya potensi besar di perguruan tingginya juga berkolaborasi dengan. HPI. Pengalaman lainnya ketika ada novel yang selama ini dalam Bahasa Arab ke bahasan Indonesia bisa dikembangkan dan dibantu terjemahannya oleh HPI ini. Sejalan dengan kemajuan tekhnologi hari ini yang super hebat  terkadang aplikasinya menggunakan Bahasa asing, kita dari HPI akan membantu mereka termasuk juga kita juga bisa menjadi sebagai penyedia jasa untuk penyelesai sengketa.

Manfaat dari terjemahan bukan bersifat instan. Manfaat lainnya akan terhubung dengan jejaring yang sudah tersebar di beberapa negara, seperti Jeddah dan Saudi Arabia. Kita juga juga melihat orang Minang mempunyai Gudang Bahasa Arab dan bisa bakal menjadi penerjemah terbanyak. Apalagi Minangkabau kaya dengan pondok pesantren. Jadi sangat besar peluang untuk mendirikan Korda Bahasa Arab di Sumbar ini.

Dekan Fakultas Syari’ah Ikhwan dihadapan tim HPI menyebutkan, bahwa kita perlu bersikap cepat dan tanggap dalam membantu dan memberikan fasilitas yang seluas-luasnya bagi dunia perguruan tinggi kita. Alasannya sangat mendasar, karena kita adalah Fakultas Syar’ah yang harus mampu menggunakan Bahasa Asing, seperi Bahasa Arab, Inggris dan Bahasa Mandarin. Yang bisa mengembangkan itu semua wadahnya adalah kita-kita ini sebagai tendik.

Kalau kerjasama ini sudah berjalan maksimal, semua persoalan apa saja akan bisa di atasi di Fakultas Syari’ah. Tidak hanya itu dosen-dosen kita yang di UIN IB Padang, khususnya di fakultas ini, karena banyak SDM yang alumni Mesir, maka akan bisa memberikan kontribusi bagi dunia penerjemah bahasa. Insya Allah asal kita mau, pasti bisa. (nal)

 

Tek foto:

PKs- Dekan Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang Dr. Ikhwan, SH, M.Ag dengan Ketua HPI Indonesia Indra Listyo saling menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKs), dengan ruang lingkup pendidikan pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat untuk penerjemah bahasa, di aula lantai II, Jumat, (9/12). oafrinal

Read More +
123

Kontak Kami