BERITA

08
Dec

Fakultas Syariah

Fakultas Syariah

Read More +
08
Dec

Kampus Ternama

Kampus Ternama

Read More +
08
Dec

Mahasiswa Terbanyak

Mahasiswa Terbanyak

Read More +
15
Sep

Prof. Dr. Makmur Syarif, SH, M.Ag: Hormat pada Orang Tua dan Guru, akhirnya jadi Profesor

Dalam bedah buku yang berlangsung Selasa, (14/9) di aula Mansur Dt Nagari Basa Kampus UIN IB Lubuk Lintah ini, dihadiri oleh Rektor diwakili Warek III Dr. Ikhwan, SH, M.Ag dan Warek I Hetti Waluati Triana dan Warek III Prof. Dr. Firdaus, M.Ag, Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Sobhan dan Dekan Saintek Dr. Yasrul Huda dan tokoh intelektual lainnya, seperti guru besar Unand Prof. Dr. Yaswirman, MA. Juga hadir dalam acara  guru Makmur Syarif saat sekolah di MTI Candung Agam Buya Mawardi Gani dan Dosen beliau saat kuliah di IAIN Bukittinggi Muslim Mulyani serta para sahabat saat sekolah dulu.

Menurut Azyumardi Azra, Makmur Syarif adalah sosok intelektual yang gigih dan sangat peduli dengan pendidikan agama. Sehingga tidak bisa dipungkiri kalau ayah beliau Luthan Syarif tidak mengizinkan pendidikannya di sekolah umum. “Makmur harus sekolah di sekolah agama. Mau jadi apa nantinya jangan dipikirkan sekarang. Cari ilmu dulu. Karena kalau sudah berilmu apalagi ilmu agamanya sudah baik dengan akhalak yang tinggi, maka pekerjaan yang mencari kita. Itu kata kuncinya.

Makmur Syarif yang juga terlahir dan dibesarkan dari keluarga “buya” dan disebut dari golongan kaum santri atau di Minangkabau disebut dengan “kaum agama atau juga orang surau dan orang siak, maka tidak mengherankan putra dari pasangan Luthan Syarif dengan Siti Mukmin setelah menjadi serorang  Profesor dikenal dengan “intelektualitas dan etos religio-sosioal anak Madrasah.

Ditambahkan Azyumardi Azra Guru besar kelahiran Lubuk Alung Padang Pariaman ini, ada alam tradisi keagamaan yang berbasis surau atau madrasah sering dipandang sudah ketinggalan zaman, malah tidak menjanjikan apa-apa kecuali hanya menjadi labia atau pakiah saringgik . Anggapan itu dibantah oleh Prof. Makmur. Buktinya kalau beliau berpendidikan berbasis surau, ternyata bisa menjadi seorang intelektual di bidang Hukum Islam. Karirnya pun bisa sampai pada puncaknya yakni menjadi Rektor ke-15 saat masih berstatus IAIN Imam Bonjol Padang,’’katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof Syufiarma Marsidin. “Makmur Syarif yang saya kenal kalau beliau adalah seorang intelektual yang peduli dengan pendidikan agama Islam. Buktinya, dalam pola mentransfer ilmu, kepada anak didik (mahasiswa) di kampus, sering sekali ke-ilmuannya disandingkan dengan beberapa pengalaman cara mendapatkan pendidikannya di pesantren. Ilmu itu juga di terapkan di UIN Imam Bonjol Padang.

Karir ke-ilmuan dan akademis dalam lingkungan luas memunculkan motivasi baru antara Makmur Syarif dengan berbagai kalangan. Sehingga saat ini walau sudah 70 tahun, pengalaman karirnya di madrasah, kehidupan sosial dan serta ke-agamaan ternyata masih dibutuhkan banyak orang. Sehingga beliau sering terlibat dalam organisasi kemasyarakatan. Keilmuannya sangat ditunggu oleh banyak orang terutama yang haus akan pendidikan agama,’’terangnya.

Sementara itu, dua orang guru dan dosen dari Makmur Syarif seperti Mawardi Gani dan Muslim Mulyani, menyebutkan bisanya anak didik saya ini mencapai ilmu yang tinggi, kata kuncinya adalah beliau adalah orang yang patuh serta santun pada kedua orang tuanya. Dan sangat hormat pada guru-gurunya saat di sekolah. Agaknya inilah yang bisa membuatnya bisa mencapai karir pendidikannya hingga menjadi seorang Profesor yang selalu taat dengan agama. Tentunya, bagaimana proses jalan hidupnya dalam karir itu, layak dijadikan contoh dan ketauladanan bagi generasi muda saat ini dan masa mendatang,’’katanya. (nal)

Tek foto

70 TAHUN MAKMUR SYARIF—Buku autobiografi 70 tahun Prof. Makmur Syarif (guru besar UIN Imam Padang, diluncurkan dan dibedah dalam sebuah seminar. Secara simbolis buku itu diserahkan kepada Wakil Rektor III Ikhwan, Selasa, (14/9) di aula Mansur Dt. Nagari Basa.

Read More +
16
Sep

Pisah Sambut Dekan Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang

Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik & Kelembagaan Dr. Yasrul Huda, MA, serta Dekan Fakultas Adab & Humaniora Nelmawarni, Ph.D yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Dekan Kemahasiswaan & Kerjasama di Fakultas Syariah.

Dr. Sobhan dalam kesempatan acara pisah sambut menjelaskan, bahwa sejak diamanahi sebagai dekan sejak Januari 2019 hingga September 2021, secara umum meminta maaf kepada segenap civitas akademika fakultas. Karena, mungkin selama bertugas ada layanan akademik dan administrasi yang belum maksimal.

“Ini adalah kelemahan saya dikaitkan dengan kodrat saya sebagai manusia biasa. Beberapa pekerjaan yang belum tuntas dan saya menitipnya kepada pelanjut saya, diantaranya, pembuatan prodi/jurusan Hukum dan Hukum Pidana Islam, penerbitan jurnal yang terakreditasi. Tapi saya yakin dengan adanya dekan baru, cita-cita bersama itu inysa Allah akan terwujud dengan adanya kebersamaan dan kerjasama dari pihak civitas akademika.

Pada bagian lain Dr. H. Ikhwan, SH, M.Ag, dalam kesempatan tersebut menyebutkan bahwa dirinya tidak menyangka untuk menjadi dekan di Fakultas Syariah. Tapi itu semua adalah ketetapan dan kepercayaan dari Rektor Ibu Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd.

 “Amanah dan kepercayaan ini akan saya emban dan jalankan sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Terhadap tugas yang akan dijalankan oleh tenaga pendidik yakni dosen, layanan dalam proses belajar mengajar sesuai dengan tuntutan tridharma perguruan tinggi, meliputi pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat lebih dimaksimalkan. Hal ini sejalan dengan harapan para orang mahasiswa ketika memasukan anak-anaknya untuk kuliah di UIN Imam Bonjol Padang, khususnya Fakultas Syariah dengan empat prodi atau jurusan dengan disiplin ilmu hukum yang ada.

Pada bagian lain, saya juga berharap kita di lembaga yang kita cintai ini, untuk selalu mengabdi secara ikhlas dan dengan kebersamaan. Sikap ini saya nilai adalah kunci mewujudkan kesuksesan dari berbagai program kerja yang kita inginkan. Dibalik itu, fakultas Syariah mempunyai berbagai keunggulan dibidang Sumber Daya Manusia (SDM). Mari kita aplikasikan SDM tersebut dengan memperat silaturrahmi,’’tegasnya

Pada kesempatan tersebut, Warek Bidang Akademik & Kelembagaan Dr. Yasrul Huda, MA, menekankan kita sudah saatnya berbenah secara internal dan eksternal. Untuk mewujudkan proses akademik yang sehat dan kompetitif itu kata kuncinya adalah melalui kedisiplinan dalam berbagai hal.

“Saya mengajak kita semua di lingkungan Fakultas Syariah untuk selalu komit dengan tugas masing-masing, tanpa mengenal lelah. Mari kita singsinkan lengan baju kita untuk kembali bangkit dari ketertinggalan yang sering disebut orang, “ UIN IB Padang kok ndak maju-maju ya. Itu kritikan biasa. Dan kita harus segera keluar dari sebutan dan penilaian banyak orang itu. Fakultas Syariah harus menjadi pelopor untuk meraih kemajuan itu, setahap demi setahap dengan kebersamaan dan kerja keras,’’katanya. (nal)

Keterangan Foto

FOTO BERSAMA—Usai sertijab Dekan Fakultas Syariah, dekan yang lama dengan dekan baru Dr. Sobhan dan Dr. Ikhwan, menyempatkan foto bersama dengan jajaran dosen dan karyawan di aula lantai II Fakultas Syariah, Kamis, (16/9). Afrinal aliman

Read More +
25
Sep

TENAGA ADMINISTRASI FAKULTAS SYARI’AH DILATIH UNTUK SERVICE EXELLENT

Pegawai negeri sipil (PNS) adalah pelayan bagi masyarakat yang butuh layanan. Dan, untuk menjadi pelayan (service) dibutuhkan orang-orang yang ahli dibidangnya. Ketika suatu pekerjaaan atau tugas dikerjakan oleh bukan ahlinya, maka akan terjadilah kebinasaan atau kehancuran.  

Agaknya, hal sering ini terjadi di lingkungan pemerintahan dan badan usaha milik negara hingga lembaga swasta sekalipun, layanan prima tidak bisa terwujud di sebabkan oleh terbatasnaya sumber daya manusia yang handal dan profesional.

Menyikapi kondisi tersebut, sepertinya layanan prima (service exellent) itu belum terealisir secara maksimal bagi jajajaran Fakultas Syar’ah UIN Imam Bonjol Padang dalam melayani mahasiswa, khususnya dibidang tridharma perguruan tinggi, terutama di masa virus pandemi Covid-19 yang sudah terjadi sejak dua tahun belakangan. Karena umumnya layanan itu cenderung bersifat online (secara daring).

Agar kondisi layanan buruk itu tidak berlarut-larut yang dapat merugikan berbagai pihak, maka seluruh tenaga administrasi dan bagi dosen yang mendapat tugas tambahan diberikan lagi pelatihan sistem layanan prima. Hemat saya, sebut Wadek Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan Perencanaan Dr. Yusnita Eva, S.Ag, M.Hum, Jumat malam di Rocky Hotel Bukittinggi. Kita sudah mendapatkan dana operasional berupa tunjangan kinerja (tukin). Maka wujud dari tukin itu haruslah berimbas pada kinerja dan kualitas kerja yang bisa memuaskan semua mahasiswa dan anggota masyarakat lainnya.

Dikatakan Yusnita, sepertinya tidak sulit untuk mewujudkan layanan prima bagi tenaga administrasi kalau mau bekerja keras dan betul-betul ikhlas serta bekerja tuntas tanpa suka menunda-nunda tugasnya itu. Sebagai pimpinan yang bertanggung jawab untk layanan akademik ini, maka kita perlu memberikan pelatihan tersebut dengan melibatkan nara sumber yang profesional, seperti Media Eka Putra dari Balai Diklat Ke-agamaan Padang dan dari Universitas Negeri Padang yang juga ahli dibidang layanan,’’katanya.

Pada bagian lain Dekan Fakultas Syari’ah Dr. H.Ikhwan, SH, M.Ag, bersama Kabag Tata Usaha Salman Wajdi, SE, yang hadir dalam acara tersebut juga menjelaskan, pelatihan ini diharapkan bisa merubah cara berpikir dan cara kerja kita di fakultas. Perubahan ke arah yang lebih baik tidak sulit untuk diwujudkan asalkan bersumber dari keikhlasan, kerjasama dan kesungguhan dalam bekerja. Selain itu, yang paling utama adalah hubungan baik antara sesama dalam lingkungan Fakultas Syar’ah.

“Saya yakin dalam menjalankan roda layanan tridharma perguruan tinggi yang profesional bisa terwujud dan dapat memajukan Fakultas Syar’ah ke depan,’’sebut Ikhwan yang juga mantan Warek Bidang Kemahasiswa dan Kerjasama UIN Imam Bonjol Padang. (nal)

Tek foto:

SERVICE EXELLENT—Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Ikhwan, SH, M.Ag terlibat dialog serius dengan nara sumber Service Exellent, Media Eka Putra di Rocky Hotel Bukittinggi, Jumat malam, (24/9). Afrinal aliman  

Read More +
26
Sep

PELATIHAN SERVICE EXELLENT BERAKHIR / Dekan Ikhwan: Ayo Kita Bekerja Sungguh-Sungguh

Pelatihan service exellent (layanan prima) bagi tenaga pendidikan dan kependidikan di jajaran Fakultas Syar’ah UIN Imam Bonjol Padang, yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu, (24 s.d 26/9) di Rocky Hotel Bukittinggi, secara resmi ditutup oleh Dekan Dr. H. Ikhwan, SH, M.Ag.

Disela-sela penutupan, Ikhwan menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah sebagai langkah awal untuk pencerahan bagi petugas pelayanan untuk bekerja profesional sesuai dengan tema “ Menuju Era Digitalisasi Bekerja Prima, ikhlas dan tuntas”.

“Saya berharap mengerjakan tugas haruslah dengan mengedepan keikhlasan serta maksimal.  Membangun kesadaran dan kebersamaan adalah kunci sukses untuk mewujudkan Fakultas Syari’ah menuju kejayaan.

Hilangkan sikap malas serta menghindar dari tugas rutin. Karena orang yang suka malas-malasan dia akan merugi dan dipastikan tidak akan mendapatkan pahala.Dalam pelatihan yang sudah kita ikuti selama tiga hari dengan melibatkan narasumber yang profesional bedasarkan kompetensinya dan dipastikan menambah ke-ilmuan bagi peserta.

Pada sisi lain, berbagai keilmuan yang kita dapatkan dari instruktur itu harus kita aplikasikan atau diterapkan ke dunia akademik mulai dari tingkat fakultas hingga tingkat institut. Layanan untuk mendukung tridharma perguruan tinggi meliputi, pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat haruslah diterapkan.

Untuk mewujudkan hasil pelatihan ini, tambah Ikhwan didampingi Kabag TU Salman Wajdi, Warek Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan Perencanaan Dr. Azhariah Khalida, M.Ag, Wadek Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama Dr. Ridha Mulyani, SH, MH, Dekan Fakultas Adab & Humaniora Nelmawarni, M.Si, Ph.D serta mantan Wadek Bidang II Fakultas Syari’ah Dr. Yusnita Eva, S.Ag, M.Hum serta PNS di lingkungan fakultas.

Hemat saya, ditambahkan Ikhwan untuk menerapkan proses dan sistem kerja dengan layanan, prima, ikhlas dan tuntas dipastikan tidak sulit. Kata kuncinya, hanyalah bergantung dari cara kerja dan kemauan dari petugas yang diberi amanah untuk melayani. Salah satu contoh layanan dibidang akademik untuk mahasiswa berupa pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen serta mahasiswa, sudah ada yang menangani yakni bidang akademik fakultas bersinerji dengan bagian umum.

Sementara untuk layanan administrasi untuk semonar proposal skripsi, ujian komprehensif serta munaqasyah, sepenuhnya ditangani oleh empat masing-masing prodi atau jurusan mulai dari pembuatan dokumen penting berupa untuk penomoran Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh Ketua Prodi/Jurusan atas nama Dekan Fakultas, namun dalam kerjanya selalu berkoordinasi dengan bagian umum. Sehingga dokumen itu bisa diarsipkan secara baik dan benar sesuai dengan peraturan per-undang-undangan yang berlaku.

Ke depan harap Ikhwan, marilah kita pegawai di jajaran fakultas Syari’ah tanpa membeda-bedakan status sosal karena sama-sama berada dan mengabdi disini, tentunya pengabdian itu harus dengan sungguh-sungguh. Intinya, semua hasil kerja keras yang akan kita nikmati dan bawa pulang kerumah untuk pemenuhan kebutuhan keluarga kita, seharusnya mendapatkan keberkahan dari Allah swt. Dan kalau kita sudah bekerja dengan baik rezeki yng kita nikmati akan berkah,’’kata Ikhwan. (Nal)

DITUTUP- Dekan Fakultas Syar’ah UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Ikhwan, SH, M.Ag, usai menutup acara pelatihan service exellent, Minggu, (26/9) di tingkat fakultas, berkesempatan foto bersama dengan para peserta. (afrinal aliman)

Read More +
28
Sep

Dekan Fakultas Syari’ah Ikhwan: “Mari Kita Berjihad Untuk Prodi Unggul”

Dekan Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang Dr. Ikhwan, SH, M.Ag, mengajak wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi/jurusan untuk bisa memberikan kemampuan dan dedikasi terbaiknya untuk mewujudkan fakultas yang unggul. Pengabdian dan kerjasama dengan semua tenaga pendidik dan kependidikan harus bisa bersinerji tanpa melihat waktu dan situasi dan kondisi.

Kualitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia di Fakultas Syari’ah sangat menjanjikan untuk mewujudkan 9 (Sembilan) rencana program kerja Rektor UIN Imam Bonjol Padang priode 2021-2025 yang dinakhkodai oleh Prof. Dr. Martin Kustati, M,Pd bersama Warek Bidang Akademik & Kelembagaan Dr. Yasrul Huda, MA, Warek Bidang Administrasi Umum, Keuangan & Perencanaan Dr. Testru Hendra, M.Ag serta Warek Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama Dr. Welhendri Azwar, M.Ag.

Dekan Dr. Ikhwan, SH, M.Ag, menegaskan hal itu saat serah terima jabatan (sertijab) Wakil Dekan, Ketua dan sekretaris Prodi/Jurusan di lingkungan Fakultas Syari;ah, Selasa siang, (28/9) di aula lantai II yang dihadiri segenap civitas akademika.

“Satu diantara 9 proker yang paling utama adalah menjadikan setiap prodi di lingkungan fakultas termasuk di antaranya adalah Fakultas Syari’ah harus berapliasi berakreditasi “A/Unggul”, walaupun satu diantaranya empat prodi sudah “A” yakni Hukum Keluarga (HK) ke depan harus menjadi Unggul. Sedangkan prodi Hukum Tata Negara (HTN) masih berakreditasi “B”, Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) “B” dan Perbandingan Mazhab (PM) yang juga “B”, dalam waktu dekat harus bisa menjadi “Unggul”. Predikat ini sesungguhnya oleh masyarakat sangat ditunggu-tunggu. Sekiranya prodi sudah A atau Unggul maka dengan sendirinya akan berpengaruh kepada akreditasi Institut,’’terang Ikhwan.

Untuk mewujudkan semua itu, prodi/jurusan adalah pemain utama untuk kompetensi ini. Tapi, saya selaku dekan bersama wakil dekan dan tenaga kependidikan dan dosen serta alumni, segera berperan aktif dalam merealisasikan itu semua. “Saya akan kawal terus tugas demi tugas yang sudah dikerjakan oleh prodi tersebut. Tidak hanya sampai di situ saja, branding kita di tengah-tengah masyarakat harus diperlihatkan secara bersama dengan mengutamakan kekompakkan sebagai tim yang solid. Kita harus menjadikan lembaga dengan layanan prima dan kita yang mengabdi selama 7,5 jam sehari di fakultas ini harus dibarengi dengan semangat jihad,’’harap Dekan.

Disisi lain, Dr. Yusnita Eva, S.Ag, M.Hum sebagai perwakilan para wadek dan Kaprodi & sekretaris prodi, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa tugas di fakultas syari’ah selama priode 2017/2021, sesungguhnya secara de jure dan de facto memang telah berakhir sesuai dengan aturan yang berlaku. Tentunya, dalam tugas ini ada yang berhasil dan ada yang belum maksimal. Tapi, itulah kemampuan kami. Tentunya, tugas yang sudah diembankan itu kiranya bernilai sejarah dan diharapkan ridha Allah swt.

Dibalik sambutan tersebut sebagai perwakilan Wadek Priode 2021/2025, Dr. Abrar, M.Ag, mengaku kalau beban dan tugas ke depan di fakultas ini memang terasa berat. Tapi saya yakin dan berketetapan hati bahwa tugas ini akan menjadi ringan saat kita mau sama-sama melanjutkan oleh para pendahulu dengan berbagai program dan tujuan. Insya Allah dengan membaca Bismillahirrohmanirrohim dan dengan niat yang tulus ikhlas,  kerja keras dan jujur serta disiplin, saya yakin bisa menyelesaikannya. Kata kuncinya mari kita sering sejalan dan seiya sekata demi Syari’ah yang jaya, membanggakan serta bisa mewujudkan program kerja rektor dengan 9 agenda utama,’’katanya.  (nal)

Tek foto—

SERTIJAB WADEK—Dekan Fakultas Syari’ah Dr. H. Ikhwan, SH, M.Ag bersama Kabag TU Salman Wajdi, M.Si, mendengarkan sambutan Wadek I Dr. Abrar, M.Ag, saat mengikuti acara sertijab Wadek dan Kaprodi dan Sekretaris Prodi di lingkungan Fakultas Syari’ah. (afrinal aliman)

Read More +
29
Sep

Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang dan IAIN Kerinci, Jalin Kerjasama

Di awal tugasnya yang baru beberapa hari di Fakultas Syari’ah Dekan Dr. H. Ikhwan, SH, M.Ag dilirik oleh Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Kerinci, Dr. Arzam, S.Ag, M.Ag,  untuk saling bekerjasama dibidang penyelenggara tridharma perguruan tinggi. Kesepakatan dua perguruan tinggi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTKI), menuangkan kerjasama dalam sebuah naskah Memorandum of Agreement (MoA).

Perjanjian kerja sama antara Fakultas syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dengan  Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri Kerinci tentang penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dengan nomor registrasi : b.549/un.13/fs/kp.00.1/09/2021, terlaksana, Rabu, (29/9) bertempat di ruang kerja dekan,  dihadiri Wadek Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Ridha Mulyani, SH, MH, serta Wadek Bidang Akademik & Kelembagaan Dr. Abrar, M.Ag, Wadek Bidang AUPK Dr. Azhariah Khalida, M.Ag serta Kabag TU Salman Wajdi, M.Si.         

Para pihak yang  bersepakat adalah,

 

1.

 

Dr. Ikhwan, SH., M.Ag

:

Dekan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Fakultas Syariah  Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang  selanjutnya dalam naskah ini disebut PIHAK PERTAMA.

II

 

Dr. Arzam, S.Ag., M.Ag

 

:

Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, selanjutnya dalam naskah ini disebut PIHAK KEDUA.

 Secara yuridis maksud dan tujuan dilaksanakannya adalah untuk penguatan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi secara bersama.Tujuan Perjanjian Kerja Sama adalah untuk mengatur wewenang dan tanggung jawab dua pihak. Sedangkan ruangn lingkup dari perjanjian ini adalah, pertama adalah sebagai penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan publikasi, pengabdian kepada masyarakat, melaksanakan program merdeka belajar – kampus merdeka, serta pembinaan dan kegiatan kemahasiswaan.

Pada bagian pendidikan dan pengajaran dua pihak bersepakat untuk melakukan proses kuliah umum, pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, pembimbingan bersama untuk penelitian tugas akhir mahasiswa, penguji mahasiswa saat munaqasyah skripsi, labor syariah dan hukum.Untuk penelitian dan publikasi beberapa hal juga disepakati meliputi, kegiatan penelitian dan publikasi bersama melibatkan dosen dan mahasiswa dan dapat melibatkan pihak lain  dengan persetujuan dua lembaga yakni Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang dengan IAIN Kerinci.

 Sebagai tindak lanjut, untuk pengelolaan jurnal antara UIN IB dengan IAIN Kerinci, lembaga akan melakukan pertukaran editor dan pertukaran reviewer serta ertukaran naskah ilmiah hasil riset,’’sebut Ikhwan.

Sedangkan untuk proses pelaksanaan program merdeka belajar dan kampus merdeka yang menjadi ikon perguruan tinggi saat ini, tambah Dekan Ikhwan dan Arzam, sistem ini dapat dilaksanakan melalui  pertukaran pelajar/mahasiswa, magang dan praktek kerja, asistensi mengajar di satuan Pendidikan, penelitian / riset, kegiatan kewirausahaan, serta membangun desa  dan kuliah kerja nyata tematik. “Selain itu pihak kita juga melakukan kerjasama di bidang kerangka acuan kerja (KAK). Kita pun yakin semua poin yang telah disepakati melalui MoA ini akan bisa memberikan peluang dan kontribusi untuk semua terutama kalangan mahasiswa dan dosen untuk mewujudkan tridharma perguruan tinggi yang hebat dan terpercaya oleh masyarakat,’’ulasnya. (nal)

Tek foto:

MoA—Dekan Fakultas Syari’ah UIN IB Padang Dr. H. Ikhwan, SH, M.Ag (kanan) dan Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Kerinci Dr. Arzam, M.Ag (kiri), saling memperlihatkan naskah MoA usai penandatangan. (afrinal aliman)

Read More +
20
Nov

Fakultas Syari’ah UIN IB Padang Gelar Seminar Internasional

Seminar Internasional dengan tema “ Islamic Law and Contemporary Issues in Pandemic Era” digelar Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang dengan menampilkan sejumlah narasumber di tingkat internasional dan nasional. Sederetan tookh yang berkompenten dengan keilmuannya adalah, Dr. Aly Abdel Moniem, Lc, M.Si, Dr. Syafiq Hasyim, MA, Dr. Labib Al Yamani, Dr. Muchlis Bahar, Lc. M.Ag, dan Dr. Zainal Azwar, M.Ag.

Fatwa Indonesia dan argementasi darurat dimasa pandemic melindungi kehidupan pada Covid-19 menjadi salah satu bahasan  yang disampaikan oleh Dr. Aly Abdel  Moniem, Lc. M.Si dalam seminar internasional yang digelas Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang, Sabtu, (20/11) di Hotel Kyriad Bumiminang Padang.

Seminar ini dibuka secara resmi Rektor UIN Imam Bonjol Padang diwakili Warek Bidang Akademik & Kelembagaan Dr. Yasrul Huda, MA. Sebelumnya Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Ikhwan, menyebutkan bahwa masalah wabah pendemi masih terbilang menyulitkan kita dan dialami seluruh anggota masyarakat secara langsung. Sendi-sendi ekonomi masyarakat dan sistem peribadatan juga terganggu. Namun ketabahan dengan penyelamatan nyawa (nash) sesuai dan maqashid syari’ah langkah strategis untuk menjadi tujuan utama. Momentum ini sekaligus menjadi isu penting dan sangat tepat di angkat oleh Fakultas Syar’ah,’’sebutnya.

Pada bagian lain, Yasrul Huda dalam sambutannya saat membuka seminar ini,  menyebutkan bahwa seminar internasional ini menjadi bagian terpenting dalam menyikapi isu-isu kekinian dalam masa pandemi yang masih dialami masyarakat di dunia dan sudah sangat mengglobal. Tapi kita tidak bisa selalu terjebak dalam masa tersebut. Dan harus segera keluar. Dan yang bisa mengeluarkan itu adalah orang-orang yang bijak khususnya dunia kampus. Makanya, kita meminta saran dan masukan dari nara sumber yang berkompenten dengan ke-ilmuannya masing-masing.

Bersamaan dengan halnya dengan yang dibahas oleh Syafiq Hasyim, “bagaimana orang melindungi hidupnya dengan berpedoman kepada fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Ormas seperti Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama sebagai langkah penyelamatan jiwanya sepanjang masa dengan memperhatikan maslaha-nya.

Masa wabah pandemi covid-19, MUI telah mengeluarkan sejumlah fatwa misalnya shalatnya dengan jarak-jarak di masjid. Fatwa ini lahir menjadi penting dan lahir adalah untuk menyikapi kondisi yang terjadi dan bakal dialami oleh masyarakat. Tapi ada kesan dimasyarakat pendapat hukum tapi tidak mengikat secara hukum dan terkesan banyak dipesan oleh kelompok masyarakat tertentu. Tapi tujuannya secara nyata adalah untuk kebaikan saja demi masyarakat.

“Agama itu orang hidup. Ini sering mengemuka dalam berbagai diskusi. Pada hal masalah hifzul nash (jiwa) adalah bagian yang di dahulukan untuk keselamatan nyawa untuk menjaga kesehatan untuk setiap hidup dan kehidupan dipermukaan bumi ini. Artinya pertimbangan kesehatan menjadi kebutuhan utama,’’katanya.

Selain itu, dari tiga sisi maqashid ada kemaslahatan umum yang ada adalah, dhoruriyyaat berupa, agama, jiwa, akal, keturunan, harta demi haajiyaat dan tahsinaat. Namun di era global untuk mencegah yang sulit dan menghilangkan, mencegah bahaya dan agama itu mudah. Dari aspek maslahat yang diharapkan dan diinginkan adalah mengambil manfaat serta mencegah bahaya. Hukum sesungguhnya adalah media untuk mewujudkan maslahah, karena dengan maslahah akan membuahkan manfaat/kebaikan dan itu perintah dan mencegah mafsadah atau keburukan dan itu larangan. (nal)

SEMINAR INTERNASIONAL—Dekan Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang Dr. Ikhwan dan Direktur PPS UIN IB Padang Prof. Dr. Firdaus, M.Ag, bersama peserta seminar internasional, foto bersama di sela-sela acara di Kyriad Bumiminang Padang, Sabtu, (20/11). afrinal aliman

Read More +
123

Kontak Kami