Sasaran

Guna mewujudkan laboratorium pengembangan ijtihad sosial, maka sasaran yang hendak dicapai adalah;

  1. Terwujudnya paradigma keilmuan syari’ah interaktif-dialogis;
  2. Terwujudnya reputasi akademis dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat;
  3. Terwujudnya suasana akademis yang sehat, dialogis, dan etis;
  4. Terumusnya sistem manajemen menuju tata kelola lembaga / fakultas yang baik / good governance;
  5. Terwujudnya jaringan kerjasama kelembagaan berbasis program.

KPAFS dan APSI Buka Kesempatan Pendidikan dan Pelatihan Advokat

Setelah sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat Angkatan I pada awal Tahun 2017 lalu, Asosiasi Pengacara Syari'ah Indonesia Wilayah Sumatera Barat bekerjasama dengan Klinik Peradilan dan Advokasi Fakultas Syari'ah kembali akan menyelenggaran kegiatan serupa tahun ini.
Salah satu profil lulusan pada Fakultas Syari'ah adalah menjadi advokat dan konsultan hukum. Terkait dengan profesi advokat sebagai officium nobile (profesi terhormat), ada beberapa tahapan yang harus dilewati. Berdasarkan ketentuan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, seorang calon advokat harus mempunyai Sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Advokat untuk bisa mengikuti Uji Kompetensi Profesi Advokat. Untuk bisa mendapatkan Sertifikat tersebut, setiap calon advokat harus mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat yang diadakan oleh Organisasi Advokat resmi yang diakui di Indonesia. Asosiasi Pengacara Syari'ah Indonesia atau yang disingkat dengan APSI, berdasarkan ketentuan pasal 32 ayat (3) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, merupakan salah satu organisasi advokat resmi yang berwenang menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan tersebut. Lebih lanjut lagi, Keputusan Mahkamah Agung RI Nomor 73/KMA/HK.01/IX/2015 tentang Penyumpahan Advokat menyatakan bahwa APSI selaku organisasi advokat berhak dan berwenang mengajukan Pengangkatan Sumpah Advokat kepada Ketua Pengadilan Tinggi.
Pada dasarnya, setiap organisasi advokat melaksanakan pendidikan dan pelatihan profesi advokat sesuai dengan ketentuan yang dimuat dalam AD-ART masing-masing. Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat memuat beberapa materi khusus yang ditentukan. Peserta pada Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat (PPPA) ini akan dibekali dengan materi yang disampaikan oleh akademisi dan praktisi. Beberapa materi di antaranya adalah hukum acara pada beberapa lingkungan peradilan di Indonesia. Narasumber yang dilibatkan tidak hanya akademisi dari Fakultas Syari'ah UIN Imam Bonjol Padang dan Fakultas Hukum Universitas Andalas, namun juga mendatangkan pemateri dari kalangan Hakim Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Agama, Pengadilan Tinggi Agama, Pengadilan Tata Usaha Negara, serta Kurator. Praktisi lain yang juga dilibatkan adalah Lembaga Bantuan Hukum, Advokat dan Paralegal yang berkompeten dan telah lama berkecimpung di dunia hukum. APSI selaku perhimpunan advokat syari'ah, dalam Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat ini juga memberikan materi khusus tentang Hukum dan Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syari'ah.

Jadi, tunggu apa lagi?

Mari bergabung!